Tugas Akhir D3 Farmasi
PEMBUATAN DAN UJI ORGANOLEPTIK SEDIAAN GEL DAUN PEGAGAN (Centella asiatica L. Urban) DENGAN DAGING LIDAH BUAYA (Aloe vera) UNTUK LUKA BAKAR
Luka bakar merupakan kerusakan pada jaringan kulit yang disebabkan oleh benda panas, sengatan listrik, bahan kimia ataupun radiasi. Herba pegagan dan lidah buaya merupakan tanaman yang dikenal mempunyai khasiat menyembuhkan luka bakar. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan gel luka bakar terbuat dari lidah buaya dengan daun pegagan serta mengetahui stabilitas dilihat dari uji organoleptik selama 3 minggu. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan(action research) yang terdiri dari empat komponen, yaitu perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing) dan refleksi (reflecting). Sediaan dibuat menjadi 3 formulasi dari simplisia daun pegagan dan gel daging lidah buaya dengan komposisi F1 (75% daun pegagan, 25% lidah buaya), F2 (50% daun pegagan, 50% lidah buaya), F3 (25% daun pegagan, 75% lidah buaya). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata susut pengeringan daun pegagan sebanyak 5,5%. Berdasarkan uji stabilitas fisik, sediaan yang stabil secara uji organoleptik dan pH adalah F1 yang disimpan pada suhu kamar (15-30⁰) dengan rentang pH konstan 6. Ditandai dengan warna sediaan hijau cokelat pekat, bau kuat khas ekstrak daun pegagan, tekstur licin dan agak lengket. Simpulan dari penelitian ini adalah gel untuk luka bakar F1 stabil dalam penyimpanan suhu kamar serta aman digunakan oleh masyarakat dengan rentang pH 6.
Kata kunci: Daun Pegagan, Gel Daging Lidah Buaya, Luka Bakar
No other version available