Skripsi S1 Ilmu Gizi
DAYA TERIMA DAN KADAR ZAT BESI NUGGET HATI AYAM DENGAN KOMBINASI TEMPE SEBAGAI PANGAN OLAHAN SUMBER ZAT BESI
Latar Belakang: Prevalensi anemia di Indonesia masih tinggi yaitu pada remaja
putri sebesar 26,50%, wanita usia subur sebesar 26,9%, ibu hamil sebesar 40,1%
dan balita sebesar 47,0%. Anemia dapat disebabkan karena kekurangan konsumsi
makanan sumber zat besi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan
perbaikan pangan dan gizi dengan meningkatkan konsumsi pangan yang memiliki
kandungan zat besi. Produk nugget hati ayam kombinasi tempe dapat menjadi
produk pangan olahanyang dapat dikonsumsi untuk meningkatkan asupan zat besi
sebagai upaya pencegahan anemia.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima dan
kadar zat besi nugget hati ayam kombinasi tempe
Metode: Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
dengan tiga kali pengulangan perlakuan, dua kali pengulangan analisis serta lima
taraf perlakuan yaitu 10% : 90%, 30% : 70%, 50% : 50%, 30% : 70% dan 90% :
10%. Analisis data diuji menggunakan Kruskall Wallis dilanjutkan dengan Mann
Whitney serta One Way Anova. Kadar zat besi dianalisis menggunakan metode
Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Daya terima produk dilakukan
menggunakan uji hedonik.
Hasil: Terdapat perbedaan daya terima nugget dari berbagai rasio hati ayam dan
tempe pada parameter warna (p = 0.000), aroma (p = 0.017), tekstur (p = 0.049) dan
rasa (p = 0.000). Namun, tidak terdapat perbedaan kadar zat besi nugget dari
berbagai rasio hati ayam dan tempe (p = 0.877).
Simpulan: Terdapat perbedaan daya terima nugget dari berbagai rasio hati ayam
dan tempe dan tidak terdapat perbedaan kadar zat besi nugget dari berbagai rasio
hati ayam dan tempe. Berdasarkan hasil uji daya terima, diperoleh formula yang
paling disukai diantaranya F3, F2 dan F4.
Kata Kunci: Daya terima, kadar zat besi, nugget hati ayam kombinasi tempe
No other version available