Skripsi S1 Ilmu Gizi
DAYA TERIMA DAN KANDUNGAN PROTEIN NUGGET KOMBINASI KACANG MERAH (Phaseolus Vulgaris. L) DAN HATI AYAM SEBAGAI PANGAN ALTERNATIF SUMBER PROTEIN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING
Latar belakang : Stunting menjadi salah satu permasalahan gizi di Indonesia.
Prevalensi stunting di Indonesia sebesar 30.8% berdasarkan hasil pengukuran
TB/U, hasil tersebut terdiri dari pendek 17.1% dan sangat pendek 12.8%.
Pencegahan dapat dilakukan pada masa prakonsepsi dengan memperhatikan asupan
protein, sumber protein salah satunya didapatkan dari kacang merah dan hati ayam.
Tujuan : Mengetahui perbedaan daya terima nugget dari berbagai rasio kacang
merah dan hati ayam sebagai pangan alternatif sumber protein untuk pencegahan
stunting dan mengetahui perbedaan kandungan protein nugget dari berbagai rasio
kacang merah dan hati ayam sebagai pangan alternatif sumber protein untuk
pencegahan stunting.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL)
dengan lima perlakuan dan tiga kali pengulangan, perbandingan kacang merah dan
hati ayam yaitu, 90%:10%, 70%:30%, 50%:50%, 30%:70%, 10%:90%. Nugget
akan diuji daya terima, selanjutnya hasil uji daya terima dilakukan dianalisis secara
statistik menggunakan metode Kruskal Waliis dan Mann Whitney. Uji kandungan
protein dilakukan dengan metode Kjeldahl dan hasilnya dianalisis secara statistik
menggunakan metode Oneway anova dan Duncan.
Hasil : Terdapat perbedaan daya terima aroma dan warna nugget dari berbagai rasio
kacang merah dan hati ayam. Tidak terdapat perbedaan daya terima rasa dan tekstur
nugget dari berbagai rasio kacang merah dan hati ayam. Terdapat perbedaan
kandungan protein nugget dari berbagai rasio kacang merah dan hati ayam.
Simpulan : Hasil daya terima menunjukan nugget dengan perlakuan 90%:10%,
70%:30%, 50%:50% merupakan nugget yang disukai panelis. Kandungan protein
tertinggi terdapat pada nugget dengan perlakuan 50%:50%.
Kata kunci : Pencegahan, stunting, nugget, kacang merah, hati ayam, protein.
No other version available