Skripsi S1 Ilmu Gizi
DAYA TERIMA DAN KANDUNGAN PROTEIN POLIFENOL PADA BROWNIES RASA MATCHA DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG KACANG HIJAU (Vigna Radiata L) SEBAGAI MAKANAN SELINGAN WANITA USIA SUBUR
Latar belakang: Pada umumnya brownies kukus yang ada dipasaran dibuat dengan bahan baku tepung terigu. Brownies Kukus yang dibuat dengan subtitusi tepung kacang hijau dan diberi perasa matcha merupakan upaya diversifikasi pangan guna memanfaatkan komoditi pangan lokal sebagai bahan baku dengan harga yang relatif murah dan dapat mengurangi penggunaan tepung terigu yang tinggi kandungan gluten. Produk brownies kukus yang dibuat dengan tepung terigu, matcha dan tepung kacang hijau kemudian dianalisis organoleptik dan uji kandungan polifenol dan protein.
Tujuan : Penelitian ini adalah Menganalisa daya terima dan kandungan protein dan polifenol pada brownies rasa matcha matcha dan kacang hijau.
Metode penelitian : Penelitian eksperimental yang menggunakan rancangan Acak Lengkap dengan 3 kali pengulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu F1 (35%; 15%; 40%), F2 (40%; 10%; 40%), F3 (45%; 5%; 40%) Penelitian terdiri dari pembuatan kacang hijau kering, pembuatan browniesrasa matcha, analisis kandungan protein dengan metode kejdahl, uji daya terima dengan uji skala kesukaan, penentuan formula terpilih dan kontribusi protein terhadap AKG pada wanita usia subur (WUS). Panelis sebanyak 28 orang dari Mahasiswa STIKes Holistik Purwakarta. Analisis statistik dengan menggunakan uji kruskal wallist test dan one way anova.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik yaitu perlakuan F3 (35%; 15%; 40%) dengan protein sebesar 6,89, polifenol sebesar 3,35 tidak ada pengaruh rasio tepung kacang hijau terhadap kandungan protein (p= 0,733) sedangkan tidak ada pengaruh rasio matcha terhadap kandungan polifenol (p= 0,670). Berdasarkan uji organoleptik menunjukkan ada perbedaan tekstur (p=0,007), aroma (p=0,012) terhadap brownies rasa matcha dengan campuran tepung terigu, matcha dan tepung kacang hijau (p
No other version available